Saturday, 25 April 2009

Kemenangan Itu

Kemenangan Itu
Kemenangan itu bukan sekedar ketika mampu mengalahkan lawan-lawan kita, dan buka hanya ketika mampu mendapatkan prestasi tertinggi, bahkan bukan hanya ketika kita mendaptkan semua apa yang kita inginkan.
Tapi kemenangan adalah saat dimana kita dapat melawan suatu kegagalan, saat dimana kita bisa mengatasi musibah dengan sabar, saat dimana kita bisa dan dapat bangkit dan berdiri dari suatu keadaan yang menyedihkan, saat dimana kita berkarya dalam keterbatasan yang kita miliki, dan saat dimana kita merasa sangat terpuruk namun kita dapat menghancurkan keterpurukan itu.
Kemengan adalah saat dimana kita mampu berfikir jernih dalam sejuta kekalutan hidup, saat dimana kita mampu melawan amarah dengan sikap dewasa dan kematangan berfikir, saat dimana kita mampu melawan hawa nafsu yang menyesatkan.
Kemenangan adalah saat dimana kita mampu menjadikan semua kesulitan yang kita hadapi sebagi pertanda kecintaan sang pencipta kapada kita, saat dimana kita bisa belajar dari kegagalan yang kita alami.
Kemenangan adalah saat dimana kita melangkah begitu mantap dan yakin bahwa kita hebat untuk sekedar melawan kegagalan kecil yang ada disekitar kita. Saat dimana kita mampu melawan diri kita sendiri. Saat dimana kita mampu mengetahui kekuatan kita untuk mengatasi kelemahan yang kita miliki, saat dimana kita mampu berfikir kritis demi kebaikan, saat dimana kita punya keberanian mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.
Kemenangan adalah saat dimana kita merasa bebas, bebas dari selain Allah dan hukumnya. Kemenangan adalah kesejatian hidup dalam perlindunngan Allah.

OPtimisme Hidup

Dan Akupun......

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik, tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia, pasti ada tujuan, pasti ada maksud. Mungkin saja kita mengalami pengalaman buruk yang tidak mengenakkan, maka munculnya keburukan itu sebenarnya berawal dari sisi cara pandang kita yang salah, seandainya saja kita berani melihat dari sudut pandang yang berbeda, mungkin kita akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda dan bahkan bisa saja menjadi indah.
Kita tidak harus menjadi orang yang tersenyum terus menerus dan memperlihatkan wajah ceria, optimisme sebenarnya didalam hati tidak terpampang diwajah. Jadilah orang yang optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan sekedar mengerenyitkan dahi.
Allah menajdikan hidup ini tidak ada yang sia-sia, meski terkadang kita menajalaninya dengan penuh kesulitan, tapi bukan itu akhir dari segalanya. Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu cara mengalir menuju laut, meskipun terkadang harus melalui jutaan liku, jutaan hambatan, dan jutaan kilometer, mereka tahu bahwa mereka berjalan bukan tanpa tujuan, bahkan ketika mereka telah disamudra, mereka tahu bahwa suatu saat panas dan udara akan membawa mereka kembali kepucuk-pucuk gunung, menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian dari mereka menyuburkan tanaman, sebagian tertahan disumur-sumur, sebagian lagi kembali kelaut...semuanya tidak ada yang sia-sia! Itulah hidup....hidup sebenarnya bukan tanpa tujuan.
Pandanglah hidup dengan cara pandang terbaik, “”bukan terbalik””, apa yang telah kita jalani, apa telah kita nikmati, apa yang telah kita perbuat...semua itu merupakan hasil dari seberapa optimisnya kita memandang hidup.
Kita juga harus tahu puncak dari optimisme hidup adalah seberapa jauh kita mengenal dan berterima kasih pada ALLAH
Kupersembahkan untuk yang selalu merasa dirinya putus asa.

Thursday, 5 March 2009

Di sini Ya Allah


Disini Ya Allah, di dunia aku abdikan seluruh hidupku padamu...
maka Terimalah seluruh pengabdian ini.
izinkan aku mereguk kenikmatan bertemu dengan mu seperti yangn engkau berikan kepada para nabi dan rasulmu.
izinkan aku bermain ditaman zuqmu..
berikanlah aku maghfirahmu
tempatkan aku dan kedua orang tua ku ditempat dimana aku bisa bertemu denganmu dan para kekasihmu.